Senin, 11 Maret 2013

PAWAI OGOH OGOH DI KOTA MATARAM NTB

Selepas tengah hari, Senin 11 Maret 2012 siang hingga sore kemaren sebanyak 115 lebih ogoh-ogoh meramaikan pawai menyambut Tahun Baru Saka 1935. Ogoh-ogoh tersebut dari berbagai bentuk raksasa diusung dan digeret karena dipasangi roda oleh puluhan ribu remaja Hindu dari berbagai banjar di kota Mataram. Lokasinya di sepanjang Jalan Pejanggik Cakranegara Mataram sejauh dua kilometer.

Pawai yang diselenggarakan oleh Dewan Ogoh-Ogoh Mataram (DOM) bersama Pemerintah Kota Mataram tersebut, menurut Ketua DOM Nyoman Artha Kusuma Arsana, diikuti oleh peserta dari kota Mataram yang terdaftar 115, ditambah Lombok Barat (7 ) yaitu dari Narmada (3), Lilir Kecamatan Gunung Sari (1), Gerung (1), Gili Gede Sekotong (1) Kecamatan Lingsar (2). "Selain menyambut Nyepi juga mendukung Tahun Kunjungan Wisata Nusa Tenggara Barat 2013,".

Rute yang dilalui adalah di sepanjang jalan Pejanggik Mataram mulai dari Pajang hingga Cakranegara. Parade juga untuk menyemarakkan Tahun Kunjungan Wisata 2013 yang menargetkaan kunjungan satu juta wisatawan. Setiap satu ogoh-ogoh diiringi oleh 100an remaja banjar.

Adanya pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi umat Hindu ini sudah delapan tahun diselenggarakan oleh DOM sejak 2005. 

Senin sore ini, umat Hindu juga menyelenggarakan upacara Buwana Agung atau penyucian alam atau makro kosmos. Dilakukan di perempatan Cakranegara. Sesuai kesepakatan sebelumnya, penyelenggaranya adalah pengurus PHDI kota Mataram dan digilir lima tahun sekali oleh PHDI NTB. Sesuai tingkatan upacara Tawur Agung Kesange ini yang paling besar yang dilaksanakan pada bulan ke sembilan kalender Bali. Upacara Tawur Agung Kesange juga bisa dilakukan oleh tingkat kecamatan atau banjar desa.

Nyepi dilakukan untuk eling - mawas diri melakukan mulat sarira (kontemplasi) sebaiknya apa yang dilakukan pada tahun yang akan datang. Di NTB ada 400 ribu kepala keluarga (KK) umat Hindu. Diantaranya sebanyak 30 persen atau 80 ribu KK berdiam di kota Mataram dan Lombok Barat.

berikut Beberapa Gambar Yang Berhasil Diabadikan Oleh Bangkupit News.


















demikian liputan Bangkupit News 11 Maret 2013 di Mataram Nusa Tenggara Barat

Senin, 28 Mei 2012

WIFI DI ALUN ALUN TAMAN MERDEKA PANGKALPINANG

Kota PAngkalpinang Adalah sebuah ibu kota Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yang Mana kota tersebut menjadi Tempat Favorit Warga Bangka Belitung, Selain kota nya yang nyaman aman dan tenteram. untuk menungjang kemajuan wisata di kota pangkalpinang, tepaat di selah kanan Aalun Alun kota Pangkalpinang, sekarang sudah di lengkapi FREE WIFI yang sudah kami uji kecepatanya. buat kalian yang belum mencoba silahkan kunjungi dan coba sendiri.
okey.. sekarang aku mau jalan jalan lagi..... okeyy cukup sekian dulu yea...

Sabtu, 19 Mei 2012

Teknik Mancing Ikan Kakap Putih/Barramundi



 Kakap Putih/Barramundi

Kakap Putih atau disebut juga Barramundi di daerah Semarang Jawa Tengah dikenal juga dengan nama lain: Pelik (dibawah 1kg), Ceplek (antara 1-2kg),  Kakap (diatas 2kg). Tapi sering mancing mania hanya menyebut Ceplek untuk semua ukuran. Ikan barramundi bentuknya sangat gagah dan kekuatan tarikannya sangat hebat.

Habitat ikan ini kalau di laut menyukai air dengan kedalaman 2-8 meter, berbatu-batu/karang, terowongan-terowongan beton/bambu atau disekitar akar-akar bakau yang tepat berada di tepi laut. Untuk kedalaman 10 meter masih bisa dihuni Kakap asalkan ada rumpon besar seperti kapal karam atau lainnya.

Muara sungai dan sungai yang berdekatan dengan laut juga disukai terutama oleh ikan-ikan Kakap babon yang berukuran besar. Karena sepertinya mereka kimpoi dan bertelur di sungai yang bermuara langsung ke laut.

Ikan ini dikenal sebagai ikan yang susah dipancing karena kesensitifannya dan kehati-hatiannya. Sehingga penjahat besar sering dinamakan kelas Kakap karena susah ditangkap. Penjahat kecil dinamakan kelas Teri karena tinggal serok dapat banyak. hehehe.....


Barramundi ada 2 jenis yang hanya berbeda pada matanya. Yang pertama bermata coklat bening tanpa pupil, kalau terkena sinar bisa menyala dan biasanya beraktifitas pada malam hari. Yang kedua barramundi dengan mata berpupil seperti ikan lain pada umumnya.

Waktu makan Kakap biasanya dimulai jam 16.00-17.00 dimana angin laut mulai meredup, kemudian angin berubah menjadi angin darat sebentar kemudian angin timur. Selama angin tidak terlalu kencang Kakap masih mau makan. Sekitar jam 23.00-24.00 saat angin berubah Tenggara sehingga Kakap berhenti makan sampai angin dari timur muncul lagi sekitar jam 03.00-04.00 sampai jam 08.00. Kalau angin masih bagus kadang Kakap masih ada yang mau makan.

Kondisi air juga mempengaruhi. Saat air pasang naik Kakap senang makan. Saat air full Kakap mulai kurang bergairah untuk makan. Saat air turun dan max pada titik bawah Kakap mulai makan lagi. Pada kondisi air ngelambar (ada lapisan lumut/plankton tipis di permukaan ) Kakap jarang ada yang mau makan. Ini dikarenakan kenur yang bergerak akan menimbulkan semacam sinar di permukaan yang membuat Kakap menjauh.

Umpan yang digunakan pada umumnya Udang Putih. Selain lebih kuat berenang dibanding Udang Tenger, udang putih matanya akan menyala di dalam air pada waktu malam hari. Ada juga yang menggunakan ikan Belanak tapi ini harus full kontrol karena ikan ini suka masuk ke sela-sela batu/rumpon. Belanak dipakai saat ada bulan karena Kakap makan di permukaan. Kadang dipakai juga ikan Betik/Betok atau Mujahir Tambak sebagai umpan. Umpan Betok dipakai untuk memancing Kakap Pomah (rumahan). Kakap pomah ini biasanya besar karena dia bertempat tinggal menetap disuatu tempat atau punya teritori sendiri.

Cara memancing barramundi secara tradisionil dengan menggunakan umpan udang putih biasanya dengan piranti joran sekitar 7' bisa yang carbon atau bambu sambung fiber pada ujungnya. Yang jelas harus Fast Action. Kenur mono standard 25lb. Mata kail, kalau Mustad Saltwater pake yang nomer 1 atau 2.
Ikat mata kail dengan cara pelintiran sekitar 15-20cm. Tusukkan mata kail pada sisi ruas ekor sampai tembus ke samping. Tidak perlu diberi pemberat kecuali mancingnya di rumpon atau kondisi arus agak deras baru boleh diberi timah lipat sedikit saja.

Kalau mancingnya pakai reel maka pagar reel (bail arm) harus selalu dibuka. Ini karena kenur harus terus terulur bebas mengikuti udang yang berenang. Atur kenur keluar dengan menggunakan jari. Akan lebih mudah jika menggunakan kelosan/bendrong. Berhati-hatilah dalam menekan kenur yang keluar ini, tidak boleh terlalu kencang karena saat udang disambar Kakap kenur ini akan terulur cepat.

Karakter barramundi saat menyambar udang biasanya langsung dibawa lari, tapi udang masih dijepit di bibir dengan posisi kepala di dalam mulut. Kalau saat sambaran pertama kenur sedikit tersendat oleh jari, udang ini akan langsung dilepaskan oleh Kakap, dan jika ini terjadi gantilah udang tersebut dengan udang yang baru. Saat Kakap pertama kali menyambar udang, pedang udang itu akan dipatahkan. Menurut pengalaman Kakap tidak tertarik lagi menyambar udang dengan pedang yang patah.

Jadi tekniknya ulurlah saat sambaran pertama dari Kakap. Sebentar kemudian, uluran akan berhenti. Kakap berhenti untuk memasukkan seluruh udang ke dalam mulutnya/mengunyah. Saat ini kita dengan sangat pelan-pelan menggulung kenur biar tidak terlalu kendur. Setelah udang masuk mulut, Kakap akan berjalan lagi. Saat inilah yang tepat buat gentak joran.

Kadang ada Kakap yang menyambar terus lari tanpa henti. Tunggu dulu dalam waktu sekitar 5-8 detik kalau ikan tidak berhenti bisa langsung gentak. Waspadai juga kebanyakan cara makan Kakap besar. Dia akan menyedot dengan keras, tapi hanya berenang pendek. Kemudian dia jalan lagi tapi pelan-pelan. Bersiap-siaplah fight dalam waktu yang lama. Kadang juga ada yang makan dengan sedotan besar, tapi setelah itu kakap mogok tidak berjalanjalan, berarti itu Kerapu besar. Usahakan dalam fight (selain di rumpon) joran tetap tegak dengan tujuan kenur tidak terkena bagian sisi samping insang Kakap yang tajamnya seperti pisau.

Memancing dengan menggunakan minnow. Pilihlah minnow jenis deep diver yang berbody slim. Biasanya minnow untuk Kakap bentuknya sedikit melengkung kebawah seperti udang.


 Sering Kakap meloncat saat fight


Barramundi di dalam aquarium

Big Barramundi




Soft Bait on Barramundi


Ini contoh-contoh lures-nya





Ini jenis Viper. Bagus banget








Yang ini one of my fav....jenis Boomerang












 





Ini memirip ikan Jan Jan...seperti ikan Belodok, yang bisa jalan di lumpur, tapi ini punya bintik2 hijau fosfor


Memancing Barramundi di Tambak

Selain mancing Kakap di laut, saya juga sering mancing di sungai atau tambak. Mancing di sungai hampir sama dengan mancing di laut. Dalam hal ini sungai yang lumayan lebat dan tidak ada halangan berupa trucuk bambu atau pohon bakau.

Saat mancing di tambak,  yang perlu diperhatikan adalah waktu pasang naik. Kakap akan senang berada di sekitaran pintu air saat air masuk. Beberapa tambak diberi ranting-ranting oleh empunya supaya orang tidak bisa memancing. Biasanya ini terjadi di tambak Bandeng.

Dalam situasi seperti ini, teknik nutul dan trek yang dipakai. Entah kalo di tempat lain istilahnya apa.
Joran saya pakai yang kuat dan kalaupun pakai reel saya pasang drag max. Kenur harus besar/kuat. Saya pakai leader wire strand 7x7x47 kecil, dengan mata kail 2, posisi pendek-panjang. Mata kail pendek dipasang di ruas ekor udang, sedangkan yang panjang saya biarkan bebas, seperti pasang umpan buat ngoncer Tengiri.

Udang saya mainkan naik turun tepat di depan pintu air. Sama seperti biasa kalau udang mulai menyentak-nyentak maka waspadalah. Saat ikan makan, kita langsung gentak dan tanpa hajar ulur kita sedapat mungkin harus angkat. Kalo pake ulur pasti belibet di ranting-ranting. Pada saat air turun, Kakap akan berada di posisi berlawanan dari pintu air.

Saya pernah dapat gagalan 4kg-6 kg di pintu air. Sekali joran patah karena gak mampu menahan polahnya ikan.
Gagalan: Pada saat bandeng dipanen, sebagian hanya menggunakan jaring. Banyak Kakap yang bisa meloloskan diri dari jaring tersebut, dan berkembang jadi besar. Sering juga Kakap yang besar merusakkan jaring. Inilah yang disebut Gagalan.

Semoga berguna buat semua...hehehe
Posting ini dibuat oleh Suhu mancing: Odevipa (Setyo Adji Koemoro) Semarang
Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4941598
Kutipan dari sumber dalam blog ini sudah mengalami banyak perubahan dari saya.

 
Salam Strike Mania.....

Trik dan Teknik Memancing Di Sungai

Memancing di sungai sudah menjadi hobi yang ditekuni oleh banyak orang. Selain biayanya yang cukup murah, juga karena memancing ikan di sungai menuntut kesabaran yang ekstra. Rasa ikannya pun cukup lezat dan gurih.
teknik mancing di sungai, mancing disungai, cara mancing di sungai
Cuma yang perlu diketahui adalah teknik memancing di sungai itu ada perbedaannya dengan di pantai atau di laut. Namun meski begitu tetap ada persamaan yang dimiliki, yaitu sama-sama menyenangkan. Apalagi bila kita bisa mendapat lokasi yang bagus.
Memilih Lokasi
Tidak berbeda dengan di laut, teknik memancing di sungai juga perlu strategi yang khusus. Terutama pada pemilihan lokasi yang bagus, agar nanti bisa mendapat ikan air tawar yang banyak dan besar.
Bagi yang ingin memuaskan kegemarannya dalam memancing di sunggai, pilihlah lokasi-lokasi yang kondisinya airnya jernih dan tidak banyak kotoran, terutama limbah industri. Ikan sama sekali tidak menyukai tempat seperti ini. Maka jangan berharap bisa mendapat ikan bila tetap nekad menggunakan sungai seperti ini untuk dijadikan lokasi pemancingan.
Setelah melihat kondisi airnya, perhatikan pula keadaan sungai itu. Bila tanah di sekitar sungai itu berbatu, maka teknik memancing ikan di sungai seperti ini adalah dengan memilih lokasi di daerah muara sungai tersebut.
Jangan di daerah hulunya. Karena untuk sungai yang banyak batunya, ikan lebih suka tinggal di daerah muara. Karena arusnya relatif lebih tenang. Selain itu ikan juga lebih mudah mencari makanan.
Lalu bagaimana bila sungai itu berpasir?  Lihat dulu kondisi kedalaman sungai tersebut. Bila cukup dalam, maka kita bisa berharap bisa mendapat ikan yang banyak dan besar. Karena bila sungainya dangkal, maka ikan yang hidup di situ pasti kecil-kecil dan jumlahnya juga tidak banyak.
Teknik Memancing
Setelah dapat lokasi yang bagus, teknik memancing di sungai selanjutnya adalah cara melempar kail. Usahakan  untuk melempar kail tepat di tengah-tengah sungai. Jadi jangan asal melempar dengan jauh begitu saja.
Kalau lemparannya terlalu jauh, justru mata kail ikan bisa jatuh di pinggir seberang sungai. Jadi sama sajakan, tetap di pinggir. Ikan yang besar pasti lebih suka memilih tinggal di bagian tengah sungai. Karena dasarnya juga lebih dalam dibanding dengan daerah pinggir.
Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan dalam teknik memancing di sungai adalah posisi mata kail  Ketika melakukan lemparan, usahakan mata kail bisa jatuh dengan posisi mengikuti arus air. Jangan yang berlawanan. Karena ketika merasa lapar, ikan akan lebih mudah melihat umpan kita. Sehingga kemungkinan mendapat hasil tangkapan juga bisa lebih besar.
Lalu untuk makanan yang mau dijadikan umpan, pilihlah makanan yang paling disukai oleh segala macam jenis ikan air sungai atau tawar. Ingat, jenis makanan ikan sungai dan laut itu berlainan. Jangan disamakan begitu saja.
Umpan Mancing Di Sungai
Umpan. Pakan ikan untuk memancing di sungai yang paling mudah adalah cacing. Beberapa pemancing ada juga yang biasa memakai gorengan atau juga daunt alas. Dan ada juga yang memakai pellet, seranga kecil, ulat, dan bahkan ikan kecil. Semakin bagus kualitas pakan, biasanya semakin besar peluang dapat ikan.
Keunikan Memancing Di Sungai
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk memancing ikan di sungai, persiapan tersebut meliputi persiapan peralatan dan persiapan mental. Persiapan peralatan biasanya berupa alat-alat yang perlu dibawa saat memancing di sungai. Alat-alat tersebut adalah:
  • Kail untuk memasang umpan yang akan dimakan oleh ikan. Besarnya kail tergantung jenis ikan yang akan dipancing, untuk memancing di sungai biasanya menggunakan kail yang berukuran kecil dan sedang, sebab ikan di sungai jarang sekali ada ikan yang besar.
  • Jeujeur yang berarti kayu atau bambu panjang yang digunakan sebagai kepanjangan tangan si pemancing supaya bisa menempatkan kail di tempat yang dianggap banyak ikannya. Memancing di sungai tidak perlu jeujeur yang mahal, sebab kekuatan tenaga ikan di sungai tidaklah sehebat ikan di laut.
  • Pakan Ikan yang berupa cacing. Beberapa pemancing juga biasa menggunakan gorengan dan daun talas untuk memancing di sungai. Semakin bagus kualitas pakan ikannya tentu saja semakin besar juga peluang si pemancing untuk mendapat ikan.
  • Ember yang berisi air untuk menyimpan ikan yang berhasil dikail saat memancing di sungai.
Persiapan mental untuk memancing di sungai juga tidak kalah pentingnya juga. Sebagus apa pun peralatan yang digunakan untuk memancing di sungai, kalau tidak diiringi dengan persiapan mental yang baik, hanya akan berujung kepada ke sia-siaan. Berikut ini adalah beberapa persiapan mental untuk memancing di sungai.
  • Pemancing harus siap sendirian. Memancing di sungai memang harus soliter sebab karakter ikan sungai yang liar, biasanya sangat waspada dengan gerakan sekecil apa pun. Oleh sebab itu anda jangan heran bila melihat pemancing ikan di sungai rela untuk diam duduk mematung sendirian berjam-jam hanya untuk mendapatkan ikan.
  •  Pemancing harus pemberani. Memancing di sungai kebanyakan dilakukan di malam hari, sebab saat itu ikan sedang dalam kondisi lengah dan mudah sekali untuk dipancing. Pemancing yang bernyali kecil pastinya akan berfikir dua kali untuk memancing malam hari sendirian. Anda tahu sendiri kan? kalau di malam hari itu waktunya jin berkeliaran, dan tempat favorit jin berkeliaran salah satunya di sungai.
  • Pemancing harus tabah. Karakter memancing di sungai berbeda dengan memancing di laut yang memang ikannya banyak. Memancing di sungai harus rela duduk berlama-lama hanya untuk mendapatkan satu ikan, sebab ikan di sungai memang sedikit sekali jumlahnya dan ukurannya kecil-kecil.
Meski demikian, memang ada beberapa faktor penting lainnya yang menentukan keberhasilan si pemancing saat memancing di sungai, yaitu berupa jam terbang si pemancing itu sendiri dan nasib. Untuk mendapatkan dua hal tersebut si pemancing selain harus rajin-rajin memancing di sungai, juga harus mendekatkan diri pada Sang Pencipta dan Sang Pengatur rizki, sebab Dialah yang mengatur rizki manusia.